Home » , » Tata Cara Pertandingan Pencak Silat Nama Perguruan di Indonesia

Tata Cara Pertandingan Pencak Silat Nama Perguruan di Indonesia

Pencak silat sebagai seni budaya bangsa Indonesia dan bangsa Asia Tenggara, memang telah mengalami perkembangan yang cukup pesat Hal ini terbukti dengan makin banyaknya peserta dari negara-negara asing yang semakin aktif mengikuti kejuaran-kejuaran lingkup regional maupun nonregional, baik yang diselenggarakan oleh komunitas maupun oleh negara. 


Juga semakin menjamurnya padepokan-padepokan pencak silat di negara-negara asing antara lain di Belanda, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Hal tersebut tentunya menggembirakan bagi komunitas pencak silat, apalagi dilakukannya proses standarisasi mulai dari metode pelatihan, jurus dan sistem pertandingan akan menyebabkan semakin mudahnya penyebaran pencak silat ke seluruh penjuru dunia.

Macam-macam nama Perguruan Pencak silat
aliran atau perguruan pencak silat yang ada di Indonesia, yaitu: cimande, cikalong, suci hati, perisai diri, bangau putih, dan tapak suci

IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro dibentuk melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat pada 18 Mei 1948 di Surakarta. Alasan dibentuknya IPSI bertujuan untuk mempersatukan seluruh aliran/perguruan dan kalangan pesilat di Indonesia.


1.  Aspek-Aspek Pencak Silat
Pencak silat adalah, kepandaian bertarung dalam pertandingan (atau perkelahian) seni bela diri khas Indonesia. Dalam pencak silat terdapat empat aspek yang terkandung di dalamnya, yaitu sarana pembinaan mental spiritual, bela diri, olahraga, dan seni yang tidak dapat dipisahkan. Seperti tercermin dalam lambang trisula yang ketiga ujungnya mencerminkan unsur seni, bela diri dan olahraga, sementara gagangnya diyakini melambangkan pembinaan mental spiritual.

a.  Pencak Silat sebagai Seni
Pencak silat merupakan wujud perilaku budaya suatu kelompok, yang di dalamnya terkandung unsur adat, tradisi, hingga filsafat. 

b.  Pencak Silat sebagai Olahraga
Pencak silat melangkah menjadi suatu jenis “gerak-badan”, senam atau jurus yang dapat dipertandingkan

c.  Pencak Silat sebagai Bela Diri
Pencak silat tumbuh dan berawal dari naluri manusia untuk melakukan pembelaan terhadap serangan fisik yang menghampirinya

d.  Pencak Silat sebagai Pembinaan Mental Spiritual
Sebagai pembinaan mental spiritual, lebih banyak ditujukan untuk membentuk sikap dan watak kepribadian. Tujuan utama dari pendidikan pencak silat adalah pembentukan sikap yang positif dan sportivitas yang tinggi serta memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Sifat-sifat positif tersebut, antara lain sederhana, tenggang rasa, sopan, berani, setia, tanggung jawab, bijaksana, lurus dan jujur, taat, lapang dada, satria, dan waspada.


3.  Tata Cara Pertandingan Pencak Silat

Pertandingan dipimpin oleh seorang ketua pertandingan dan dibantu oleh 5 (lima) orang juri. Tata cara pertandingan yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut. 
  • Pesilat yang akan melaksanakan pertandingan memasuki gelanggang pertandingan, kemudian memberi hormat secara berurutan kepada ketua pertandingan, dilanjutkan kepada juri atau penonton.
  • Pertandingan atau peragaan dilakukan setelah gong berbunyi atau lampu hijau menyala. Tanda peringatan dengan peluit, bel, atau lampu kuning. Tanda tersebut akan diberikan sepuluh detik menjelang waktu berakhir.
  • Setelah waktu yang ditentukan berakhir, pengamat waktu kembali memukul gong atau menyalakan lampu merah. Pesilat diberi kesempatan 15 detik untuk menyelesaikan peragaannya.
  • Pesilat kembali memberi hormat secara berurutan kepada juri atau penonton, dilanjutkan kepada ketua pertandingan. Kemudian pesilat keluar gelanggang

0 komentar:

Posting Komentar