Home » , » Makalah Bola Basket Taktik Teknik Perwasitan

Makalah Bola Basket Taktik Teknik Perwasitan

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. “Basket ball” (sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat

Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, Dr. James Naismith dinamakan Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.



1.  Taktik Pertahanan Bola Basket
Taktik pertahanan adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka menghalau serangan lawan. Unsur-unsur pelaksanaan pola pertahanan terdiri atas sikap jaga dan olah kaki. 

Sikap jaga dilakukan dengan menekukkan kedua lutut, badan sedikit condong ke depan dengan punggung hampir lurus. Awasi selalu gerak lawan dan bola. Kemudian,  berdirilah sedikit pada ujung-ujung kaki dan selalu menjaga keseimbangan. Setelah itu,  rentangkan dan angkat tangan untuk menghalangi operan dan pandangan tembakan lawan.

Sementara itu, olah kaki dapat dilakukan dengan cara bergeraklah dengan cara-cara pendekatan, menggeser dan langkah mundur tanpa ada langkah silang. Kemudian, jaga jarak sebaik-baiknya dengan posisi jaga mengingat syarat-syarat jaga yang umum maupun khusus. Ambillah jarak lebih cepat selangkah dalam mengikuti penggiring. Rapatkan dan cegahlah lawan yang jelas-jelas akan menembak bola atau baru saja selesai menggiring bola. Selain itu, jangan meloncat sebelum jelas pemain meloncat lebih dahulu. Untuk menghindari tipuan, pandanglah pinggang lawan. Hadang dan tutuplah jalan pemotong yang menuju ke daerah basket.

Dalam permainan bola basket terdapat dua pola pertahanan yaitu pertahanan daerah dan pertahanan satu lawan satu.

a.   Pertahanan Daerah

Susunan pertahanan daerah dalam permainan bola basket, antara lain 2-1-2, 2-3, 3-2, l-2-2, dan 2-2-1. Setiap pola pertahanan mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing. Kekuatan dari pertahanan daerah adalah sebagai berikut.
  1. Sangat baik untuk melawan tim yang lemah dalam mengontrol bola.                                            
  2. Dapat mematikan penyerangan penembak dengan berporos.
  3. Menghindari kesalahan perorangan.
  4. Sangat baik untuk melawan tim yang menggunakan penyerangan berpola.


Kelemahan dari pertahanan daerah adalah sebagai berikut.
  1. Perhatian setiap pemain terpecah terhadap dua pemain atau lebih.
  2. Sangat berbahaya apabila tim lawan dapat melakukan serangan kilat.


Gambar: Formasi pertahanan daerah

b.  Pertahanan Satu Lawan Satu
Pola pertahanan ini merupakan pola yang menugaskan setiap orang untuk menjaga seorang lawan. Jenis pertahanan satu lawan satu adalah sebagai berikut. 
  • Pertahanan satu lawan satu dengan tetap
    Pada pertahanan satu lawan satu dengan tetap, penjaga harus tetap menjaga seorang pemain lawan.
  • Pertahanan satu lawan satu dengan penolong
    Apabila dalam penjagaan satu lawan satu terjadi kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang penjaga terdekat menolong untuk menutup pemain yang menerobos sampai penjaga yang kebobolan siap untuk menjaga kembali.


2.  Taktik Penyerangan Bola Basket
Dalam permainan bola basket, penyerangan akan menghasilkan point jika dilakukan dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, kreativitas pemain dalam menerapkan taktik sangat dibutuhkan. Beberapa taktik yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.
  • Individual, yaitu aksi penyerangan seseorang menggunakan keterampilan individu seperti  passing, dribble, dan shooting.
  • Group, yaitu penyerangan yang dilakukan oleh dua atau tiga orang, baik dengan  blocking/screen inter passing, maupun wallpassing.
  • Tim, yaitu penyerangan dengan permainan cepat (fastbreak), permainan bebas (freestyle) dan bermain dengan pola penyerangan terencana.


3.  Peraturan Permainan Bola Basket
Untuk melakukan permainan bola basket, Anda harus mengetahui peraturan permainan. Peraturan permainan tersebut adalah sebagai berikut.

a.  Awal Permainan
  1. Pertandingan tidak dapat dimulai jika salah satu regu belum di lapangan dengan 5 orang pemain yang siap untuk bermain.
  2. Pertandingan resmi dimulai saat referee (wasit pemandu)memegang bola dan melangkah ke lingkaran tengah untuk melaksanakan jump-ball (bola loncat).
  3. Pertandingan dimulai dengan bola loncat di tengah lingkaran tengah.


b.  Kedudukan Bola
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya bola adalah sebagai berikut.
  1. Bola dilepas dari tangan wasit.
  2. Pada saat lemparan bebas, wasit memberikan bola kepada pemain yang akan melaksanakan lemparan bebas.
  3. Pada saat lemparan ke dalam dari luar garis bebas, bola berada di tangan pemain yang akan melaksanakan lemparan ke dalam.


Beberapa hal yang menyebabkan matinya bola adalah sebagai berikut.
  1. Terjadi gol atau lemparan bebas yang sah.
  2. Wasit meniup peluitnya ketika bola ada dalam permainan (hidup).
  3. Secara jelas bahwa bola tidak akan masuk ke jaring pada saat melakukan tembakan bebas.


c.   Bola Loncat (Jump-Ball)
Prosedur pelaksanaan bola loncat adalah sebagai berikut.
  1. Bola loncat terjadi jika wasit melakukan lemparan bola ke atas di antara kedua pemain yang berlawanan.
  2. Agar bola loncat itu sah, bola harus ditepis dengan tangan oleh pemain atau kedua pemain yang melakukan loncatan.
  3. Bola loncat harus dilaksanakan pada lingkaran tengah antara dua pemain yang mana saja dari setiap regu yang berlawanan dan ditunjuk oleh kapten regu.
  4. Peloncat hanya boleh menepis bola sebanyak dua kali dan setelah itu tidak boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh salah seorang dari 8 pemain lainnya atau telah jatuh ke lantai, atau menyentuh jaring atau papan pantul dalam hal ini ada 4 kali kemungkinan sentuhan oleh kedua peloncat pada saat bola loncat berlangsung.
  5. Kedelapan pemain lainnya tetap di luar lingkaran sampai bola ditepis.
  6. Jika bola tidak ditepis oleh salah seorang atau kedua peloncat atau jika bola menyentuh lantai tanpa ditepis oleh seorang atau kedua peloncat, maka bola loncat harus diulang.



d.  Pemain dan Pengganti
Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu. Berikut ketentuan jumlah pemain dan pemain cadangan dalam permainan bola basket.

1)   Regu (team),  jumlah pemain dalam tiap regunya berjumlah 10 sampai 12 orang.

Gambar: Jump ball

2)   Pemain dan pengganti
  • Lima pemain tiap regu berada dalam lapangan selama pertandingan, dan dapat diadakan pergantian pemain sesuai dengan ketentuan.
  • Seorang pengganti menjadi pemain apabila wasit mengisyaratkan untuk memasuki lapangan.


4.  Perwasitan dalam Permainan Bola Basket
Pertandingan bola basket dipimpin oleh dua orang wasit, yakni wasit I dan wasit II. Wasit I disebut sebagai wasit pemandu (referee) dan wasit II disebut sebagai wasit pendamping (umpiree). Adapun tugas dan tanggung jawab kedua wasit tersebut adalah sebagai berikut


Gambar: Permainan bola basket

a.   Posisi dan Kedudukan Wasit
Wasit hendaknya berdiri dalam posisi yang tepat dan dekat dengan situasi permainan. Adapun kedudukan wasit I dan wasit II antara lain sebagai berikut.

  1. Pada Waktu Melakukan Bola Loncat (Jump Ball)
    Setelah wasit pemandu dan wasit pendamping pindah tempat, wasit yang menghadap ke meja petugas melambungkan bola untuk melakukan bola loncat. Wasit yang membelakangi petugas meja menempatkan diri sesuai dengan tempat bola loncat dilakukan.
  2. Pada Waktu Tembakan Hukuman
    Setelah wasit pemandu dan wasit pendamping pindah tempat maka wasit pendamping menyerahkan bola kepada penembak. Pada waktu lemparan ke dalam, bola harus diserahkan oleh wasit. Dalam peristiwa ini wasit tidak akan mungkin menempati posisi sebagai pemandu. Karena itu, wasit pendamping harus segera menempati posisi wasit pemandu.


b.  Pedoman Memberikan Peringatan Kesalahan Perorangan
wasit haruslah bertindak tepat dan benar. Hal ini disebabkan, jika seorang pemain melakukan kesalahan sebanyak lima kali, wasit dapat mengeluarkan pemain tersebut secara langsung. Oleh karena itu, saat terjadi suatu peristiwa, wasit harus benar-benar menyaksikan semua peristiwa itu, baik sebelum, sedang, maupun setelah kejadian.

c.   Pedoman dalam Mewasiti
Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam mewasiti pertandingan bola basket adalah sebagai berikut.
  • Tiuplah peluit setiap kali terjadi pelanggaran, sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka. Berilah tanda pelanggaran dan tunjukkan ke arah mana bola harus dilempar.
  • Jika terjadi lemparan ke dalam, wasit yang terdekat harus mengacungkan tangan ke atas dengan telapak tangan terbuka. Gerakan tangan baru diturunkan setelah bola tersentuh pemain.
  • Tiuplah peluit jika terjadi kesalahan sambil mengangkat tangan dengan mengepal serta menunjuk pemain yang melakukan pelanggaran. Kemudian, beri tahukan kepada petugas meja mengenai nomor dada pemain yang melakukan kesalahan. Setelah itu, beri tahukan pula mengenai tanda lemparan samping yang akan dilakukan.
  • Ingatlah selalu tempat duduk wasit pemandu dan pendamping. Jika terjadi kesalahan dan bola loncat, wasit pemandu dan wasit pendamping harus berpindah tempat. Aturlah agar perpindahan antara wasit pemandu dan pendamping selalu berjalan lancar.
  • Usahakanlah wasit pemandu dan pendamping selalu bergerak untuk memperoleh tempat pengamatan yang tepat.
  • Wasit pendamping mempunyai kewajiban khusus meng-amati persinggungan pemain antara pinggang ke atas dan pengamatan terhadap bola masuk. Jika bola masuk, dia harus memberi tanda kepada petugas meja dan mengacungkan dua jari ke atas dan digerakkan ke bawah. Wasit pemandu berkewajiban mengamati persinggungan pemain antara pinggang sampai kaki.



5.  Tanda-Tanda pada Waktu Tembakan Hukuman 

Tanda-tanda atau isyarat yang biasa dipakai ketika wasit memberikan tembakan hukuman antara lain sebagai berikut.
  • Mengacungkan jari telunjuk menandakan akan terjadi satu kali tembakan hukuman.
  • Mengacungkan dua jari tangan menandakan bola masuk. Selain itu, ada beberapa tugas yang harus dijalankan oleh wasit dan petugas lainnya.


Pencatat angka (score keeper) harus mencatat waktu secara beraturan mengenai angka yang dibuat dan mencetak gol dari tembakan di lapangan dan tembakan bebas atau gagal. 

Pencatat angka harus melaksanakan tugas sebagai berikut:
  1. mencatat kesalahan perseorangan atau teknik yang dilakukan setiap pemain;
  2. mencatat time out;
  3. menunjukkan jumlah kesalahan yang dilakukan setiap pemain dengan menggunakan nomor pemberi tanda;
  4. pencatat angka harus menyimpan catatan dari nama dan nomor pemain yang bermain pertama dan semua pemain pengganti dan siapa yang melakukan permainan.


Pengamat waktu (time keeper) bertugas sebagai berikut:
  1. mencatat kapan dimulainya setiap babak dan akan memberitahukan kepada wasit lebih dari 3 menit sebelum pertandingan dimulai
  2. menyimpan catatan tentang waktu mulai dan berakhirnya suatu babak dalam pertandingan;
  3. menghitung  time out, pengamat waktu menggunakan jam time out dan memberi tahu ke pencatat angka untuk mengisyaratkan jika 50 detik telah berlalu sesudah  time out dimulai.


Selain pencatatan angka dan waktu, dalam permainan bola basket juga terdapat pengamat waktu menjalankan alat 30 detik segera pada saat pemain mengontrol bola hidup di lapangan. Jika sebuah regu menguasai bola dalam 30 detik dan bolanya tidak dilempar, tindakan ini merupakan suatu pelanggaran. 

6.  Sportivitas Saat Bermain Bola Basket
Para pemain harus menjalin kerja sama yang baik. Selain itu, pemain dan wasit harus harmonis dan saling menghargai. Mentalitas pemain harus tetap dijaga, jangan mudah tersulut emosinya oleh lawan. Semangat berprestasi harus ditumbuhkan.

0 komentar:

Posting Komentar